waktu itu saya masih duduk di kelas 12 madrasah aliayah yang berada di kunir wonodadi blitar, ketika fikiran sudah diperas untuk proses kelulusan, rasanya sudah lelah untuk ingin melanjudkan kuliah. tetapi dengan berkat teman-teman MKGU saya punya semangat baru untuk kuliah di jogja, langkah pertama saya saya mengikuti SNMPTN, namun allah belum meridhai saya kuliah di jogja, dan perjuangan saya untuk kuliah di sana, saya lanjudkan dengan mengikuti try out, di universitas negeri yogyakarta, try out yang merekrut bimbingan gratis dari mata air, ternyata saya di terima di bimbingan pasca ujian nasional (BPUN), jadi saya berniat untuk daftar melalui SBMPTN, yang seblumnya di bimbing selama satu bulan di jogja, BPUN tersebut di laksanakan di pon.pes. al - islam bantul. yogyakarta, mengenal teman-teman yang sangat kompeten yang berasal dari berbagai daerah, saya merasa minder, karena saya merasa tidak pantas mengikuti bimbingan itu, ketika itu saya mencoba untuk belajar kepada mereka, akan tetapi level keilmuan saya masih jauh di banding mereka. akan tetapi saya percaya dengan do,a dan usaha yang saya lakukan, ketika itu saya juga daftar di jalur SPAN-PTAIN, yang akhirnya saya di terima di IAIN TULUNGAGUNG dimana kampus ini adalah kampus yang di inginkan oleh orang tuaku, beliau menginginkan saya menjadi seorang na,ib, tak salah lagi ketika pengumuman penerimaan , ternyata saya di terima dan masuk di fakultas syari,ah dan ilmu hukum, dimana dekan fakultas itu adalah ustadz saya di pondok. pengumuman penerimaaan itu saya abaikan, dan saya melanjudkan perjuangkan kuliah di yogyakarta, waktu pendaftaran SBMPTN pun hampir mendekati terakhir. dan saya pun akhirnya memilih jurusan filsafat di UGM, sejarah UNY, dan pendidikan luar sekolah UNY. ketika keyakinan bawasanya saya pasti di terima diantara universitas itu, saya hanya mengandalkan do,a dan usaha, setellah itu waktu ujian pun datang, segala persiapan sudah siap untuk tempur di medan perang SBMPTN. waktu sudah berjalan lama setelah ujian itu, saatnya melihat pengumuman. dan saya yakin bawasanya saya pasti diterima. dan akhirnya saya menangis ketika membaca kata-kata MAAF, ANDA TIDAK LULUS UJIAN SBMPTN 2014, aku sudah putus asa, dan tidak akan kuliah, namun dengan dukungan ibuk yang ada di pondok, ibu hj. sumbulatin , beliau adalah pengasuh pon.pes.al-kamal tercinta, saya menengok pengumuman SPAN-PTAIN, yang di terima di IAIN TULUNGAGUNG, tetapi saya sudah terlambat hampir satu bulan untuk herregristasi,dan akhirnya saya konsultasi dengan ustadz saya, beliau bapak dekan fakultas syari,ah dan ilmu hukum, berkar saran beliau saya di suruh datang ke kampus untuk menemui bapak basuki kepala BAG. AKADEMIK, ternyata saya masih bisa dan akhirya saya masuk di kampus ini, kegelisahan saya masih menghantui saya dengan masalah keuangan untuk membayar uang semester. dan aku berfikir "saya harus mandiri untuk biaya kuliah" ternyata ada kesempatan saya untuk mengikuti tes beasiswa BIDIK MISI, alhamdulillah saya bisa lulus seleksi beasisswa itu, aku sudah sangat lega, dan ternyata jalan untuk mencari ilmu sudah di atur allah.
kesimpulan: perjuangkanlah apa yang di inginkan orang tua, karena ridhonya allah berada di ridhonya orang tua, terutama ibu kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar